Inginnya Seperti Bedah Rumah Tapi Bahan Bangunan Jadi Mubazir

Proyek yang dikelola oleh Dinas Cipta Karya, Pemukiman dan Perumahan Kabupaten Kotabaru ini, mubazir, warga yang jadi sasaran tak dapat menggunakan bantuan proyek. 

Kemungkinan disebabkan oleh survey awal yang tak sesuai yang terjadi secara riil di masyarakat. Bantuan bahan bangunan untuk perbaikan rumah-rumah warga di Desa Dirgahayu Kecamatan Pulau Laut Utara, jadinya terkesan buang-buang dana.

Para warga mengeluhkan karena bahan bangunan yang mereka terima tak bisa digunakan. Mereka mintanya atap seng, papan untuk dinding dan papan untuk lantai rumah, namun diberikan berupa tongkat kayu Ulin dengan ukuran 5x10 panjang 2 meter, dan balok 5x10 panjang 4 meter. Warga yang menerima pun menjadi bingung mau diapakan bahan bangunan yang didapat tersebut, ditambah paku yang berukuran besar sama tak bisa digunakan pula.

Para warga mengaku sebelumnya sempat disuruh membuka rekening di Bank oleh Dinas terkait, namun hingga kini menurut mereka tak juga mendapatkan buku tabungannya.

Sudah begitu warga pun mengaku diberi waktu 1 bulan untuk mengerjakan rumah mereka. Karena tak memiliki dana untuk perbaikan rumah, sebagian besar warga pun mengerjakan sendiri rumahnya.

"Kami inginnya pihak Dinas terkait menunjukkan toko penjual bahan bangunan yang menjadi rekanan, agar kami bisa memilih dan mengambil sendiri apa yang kami butuhkan. Jika mereka yang mengambilkan, buktinya ya seperti ini tak bisa digunakan," ungkap para warga kecewa. (Red) 

Posting Komentar

Komentarmu adalah gambaran isi kepalamu, maka diam lebih bijak daripada sok tahu.

Lebih baru Lebih lama