Diungkapkan oleh Darham, seorang pengelola pangkalan Minyak Tanah di Desa Sungai Taib Kotabaru.
Menurutnya, mulanya ia mendapat pasokan 2 mobil tangki (10 ribu liter, Red) per bulan. Beberapa bulan lalu pasokan dari Agen merosot menjadi 1 mobil tangki. "Sudah jalan 3 bulan ini saya tak lagi dapat pasokan minyak tanah," ungkap Darham.
Ini imbas dari konversi minyak tanah ke gas. Depo Pertamina Kotabaru menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 13.650 untuk Elpiji 3 kilogram. "Tapi saya heran harga di eceran justru lebih mahal di Kotabaru daripada di Tanah Bumbu, padahal yang di Tanah Bumbu itu berasal dari Kotabaru," ujar Darham. (ISP)
Tags:
Ekonomi
