TANAH BUMBU,
Karena dianggap usil dan memperotes kebijakan Pemkab Tanah Bumbu terhadap kerjasama kemitraan dengan Media, seorang Anggota DPRD Tanah Bumbu 'didamprat' oleh Ketua Forum Komunikasi Wartawan (FKW) Tanah Bumbu, Rabu (15/7/15).
Peristiwa tersebut terjadi di Gedung DPRD Tanah Bumbu antara Anggota DPRD Tanah Bumbu dari Partai Amanat Nasional (PAN), Pawahisa Mahabattan dengan Ketua FKW Tanah Bumbu, Nanang Rusmani, yang beranggotakan sekira 30 wartawan dan jurnalis ini.
Nanang Rusmani kepada Media ini mengungkapkan kekesalannya atas perilaku usil Anggota DPRD Tanah Bumbu tersebut yang mempermasalahkan perihal kontrak kerjasama pemberitaan berupa Advertorial antara Bagian Humas Setkab Tanah Bumbu dengan para Media yang Wartawan atau Jurnalisnya bertugas di wilayah Tanah Bumbu.
"Saya sangat jengkel terhadap sikap Anggota Dewan itu yang memprotes terkait besaran nilai kontrak Advertorial yang menurutnya sangat tinggi ke Media Cetak Mingguan," ungkap Nanang Rusmani melalui ponsel.
Selanjutnya menurut Nanang pula, nilai tersebut malahan tak sebanding dengan yang dipatok dan diberikan kepada Media Cetak Harian.
"Mestinya yang dipermasalahkan itu nilai yang diberikan ke Media Cetak Harian. Kebijakan Pemkab Tanah Bumbu itu kan sudah berlaku sejak era pemerintahan Bupati dijabat oleh Zairullah Azhar," ujar Nanang pula.
Ditambahkannya, "saya imbau kepada para rekan wartawan atau jurnalis agar tak mengapresiasi sikap dan perilaku Anggota DPRD seperti itu." (JCO)
Karena dianggap usil dan memperotes kebijakan Pemkab Tanah Bumbu terhadap kerjasama kemitraan dengan Media, seorang Anggota DPRD Tanah Bumbu 'didamprat' oleh Ketua Forum Komunikasi Wartawan (FKW) Tanah Bumbu, Rabu (15/7/15).
Peristiwa tersebut terjadi di Gedung DPRD Tanah Bumbu antara Anggota DPRD Tanah Bumbu dari Partai Amanat Nasional (PAN), Pawahisa Mahabattan dengan Ketua FKW Tanah Bumbu, Nanang Rusmani, yang beranggotakan sekira 30 wartawan dan jurnalis ini.
Nanang Rusmani kepada Media ini mengungkapkan kekesalannya atas perilaku usil Anggota DPRD Tanah Bumbu tersebut yang mempermasalahkan perihal kontrak kerjasama pemberitaan berupa Advertorial antara Bagian Humas Setkab Tanah Bumbu dengan para Media yang Wartawan atau Jurnalisnya bertugas di wilayah Tanah Bumbu.
"Saya sangat jengkel terhadap sikap Anggota Dewan itu yang memprotes terkait besaran nilai kontrak Advertorial yang menurutnya sangat tinggi ke Media Cetak Mingguan," ungkap Nanang Rusmani melalui ponsel.
Selanjutnya menurut Nanang pula, nilai tersebut malahan tak sebanding dengan yang dipatok dan diberikan kepada Media Cetak Harian.
"Mestinya yang dipermasalahkan itu nilai yang diberikan ke Media Cetak Harian. Kebijakan Pemkab Tanah Bumbu itu kan sudah berlaku sejak era pemerintahan Bupati dijabat oleh Zairullah Azhar," ujar Nanang pula.
Ditambahkannya, "saya imbau kepada para rekan wartawan atau jurnalis agar tak mengapresiasi sikap dan perilaku Anggota DPRD seperti itu." (JCO)
Tags:
Peristiwa

