Kejadian longsor di sekitar pemukiman tersebut, menurut warga tak cuma terjadi sekali, telah berulang namun tak juga mendapat perhatian dan tanggapan dari pihak perusahaan dan instansi terkait. Apalagi seringnya terjadi hujan, maka potensi longsor rentan terjadi.
Area longsor terus mendekati pemukiman warga sekitar, antara lain sudah mendekati rumah sekaligus warung minum milik seorang warga bernama Suwarno. Peristiwa longsor sempat terjadi pada 18 Pebruari 2014 lalu.
Menurut keterangan seorang warga setempat, Ombing (30), kejadian longsor itu terjadi siang hari sekira jam 13:00 WITa.
Tak ada tanggapan maupun perhatian dari pihak perusahaan yang melakukan aktivitas, menurut Ombing menjenguk lkasi longsor pun tidak.
Kamuji, seorang Anggota Badan Perwakilan Desa (BPD) Makmur Mulia mengatakan, jika perusahaan ingin beraktivitas mestinya bermusyawarah dulu dengan para warga setempat. Ditambahkannya, bunyi longsoran tersebut sempat membuat warga terkejut. (Herry)
Editor : Imi Suryaputera
Tags:
LIngkungan

