Interaktif | Indonesia, Produsen Minyak Tapi Juga Beli Minyak


Jurnalisia,
Data dari berbabai sumber pada tahun 2024 menunjukkan Indonesia mengeskport minyak mentah atau menjual ke sejumlah negara. Produksi minyak mentah Indonesia saat ini diperkirakan antara 500 ribu barel hingga 600 ribu barel per hari.

Sejumlah negara tujuan ekspor minyak mentah Indonesia pada tahun 2024 antara lain; Thailand sebanyak 2.590.000 ton, Singapura; 334.080 ton, Korea Selatan; 188.940 ton, Jepang; 144.180 ton, Australia; 140.980 ton, China; 139.970 ton, Malaysia; 40.700 ton, Brunei Darussalam; 26.950 ton, dan Vietnam sebanyak 8.520 ton.

Indonesia menjual minyak mentah ke sejumlah negara di atas, namun data di tahun yang sama; Indonesia juga membeli minyak olahan dari sejumlah negara yakni; dari Singapura sebanyak 15,07 juta ton dengan nilai transaksi USD 11,4 milyar.

Perhatikan data yang terkait transaksi dengan Singapura; negara yang sama sekali tak memiliki sumber daya energi minyak. Indonesia jual minyak mentah ke Singapura sebanyak  334.080 ton, namun kemudian Indonesia membeli minyak olahan sebesar berkali-kali lipat besarnya dari Singapura yakni sebanyak 15,07 juta ton. Alasan membeli minyak olahan ini diantaranya untuk memenuhi kebutuhan energi nasional dan meningkatkan industri hulu. Adapun alasan menjual minyak mentah; selain untuk memperoleh devisa, juga untuk memenuhi kebutuhan energi nasional dan meningkatkan industri hulu. 


Indonesia juga membeli minyak hasil olahan dari Malaysia sebanyak 6,14 juta ton dengan nilai transaksi USD 4,5 milyar, dari Arab Saudi; 3,42 juta ton dengan nilai transaksi USD 2 milyar, Amerika Serikat; 5,99 juta ton dengan nilai transaksi USD antara USD 3 hingga USD 4 milyar, Nigeria; 4,63 juta ton dengan nilai transaksi antara USD 2 hingga USD 3 milyar, dan dari Australia sebesar 140.980 ton dengan nilai transaksi USD 765,8 juta.

Selain itu juga membeli dari Angola sebesar 3,6 juta ton dengan nilai transaksi USD 1,94 milyar, dari Gabon dengan nilai transaksi USD 535,2 juta, Uni Emirat Arab; 964.597 ton dengan nilai transaksi USD 691,1 juta, serta dari Rusia sebesar 359.685 ton dengan nilai transaksi USD 210,1 juta.

Indonesia bahkan membeli minyak olahan dari Taiwan sebesar 318.918 ton dengan nilai transaksi USD 255,3 juta. Padahal seperti halnya Singapura, negara Taiwan ini sama sekali tak memiliki sumber daya minyak; tak punya tambang minyak apapun. ©Jurnalisia™ 
đź‘€ 

Lebih baru Lebih lama