Ikan Tapah, Ikan Predator Mirip Lele


Jurnalisia,
Inilah predator air tawar raksasa endemik Asia Tenggara termasuk Sumatera dan Kalimantan, yang dapat tumbuh hingga lebih dari 2 meter dan berat mencapai 90 kg.

Namanya Ikan Tapah (Wallago Leerii/Wallago Attu). Ikan ini dikenal karnivora agresif dengan kumis panjang, rahang kuat, dan daging yang populer dikonsumsi (sering diolah sebagai pindang). Sebagai ikan karnivora yang rakus, mereka memangsa ikan yang lebih kecil, krustasea, dan amfibi.

Sering ditemukan di perairan keruh. Meskipun sering dikabarkan berukuran sebesar perahu, ukuran maksimal tercatat secara ilmiah adalah sekitar 2,4 meter.


Saat ini, populasi ikan Tapah mengalami penurunan drastis karena overfishing (penangkapan berlebih) dan degradasi habitat (sungai rusak), bahkan menurut IUCN masuk dalam kategori Near Threatened.

Daging ikan Tapah kaya akan nutrisi, seperti 19 gram protein per 100 gram daging, serta asam lemak omega-3 yang baik untuk otak.

Umumnya Ikan Tapah tidak menyerang manusia secara langsung, namun bersifat defensif (melawan) jika habitatnya terganggu atau terancam. Ikan Tapah sering disamakan dengan Lele karena kumisnya, namun ukuran ikan Tapah jauh lebih besar. ©Jurnalisia™ 
đź‘€ 

Lebih baru Lebih lama