Anda Pengunjung ke 236.311.309

Tari Maengket, Ungkapan Rasa Syukur Suku Minahasa


Jurnalisia,
Tari Maengket adalah tarian tradisional dari suku Minahasa, Sulawesi Utara. Berasal dari kata "ma" yang berarti "membawa" dan "engket" yang berarti "hasil panen". Tarian ini awalnya dibawakan sebagai ungkapan syukur atas hasil panen yang melimpah.

Tari Maengket ditandai dengan gerakan yang dinamis dan energik, dengan penari yang membawa alat-alat pertanian seperti cangkul dan sabit. Tarian ini diiringi oleh musik tradisional Minahasa, seperti gong dan drum. Penari Maengket mengenakan kostum tradisional Minahasa, yang terdiri dari kain woka dan topi yang dihiasi dengan bulu burung.

Tari Maengket mencerminkan hubungan antara manusia dan alam, dengan penari yang membawa alat-alat pertanian dan menghormati hasil panen. Tarian ini melibatkan partisipasi seluruh komunitas, dengan penari dan penonton yang sama-sama berpartisipasi dalam perayaan. Tari ini adalah ungkapan syukur dan kebahagiaan atas hasil panen yang melimpah, serta harapan untuk panen yang baik di masa depan. Gerakan dinamis dan energik dalam Tari Maengket mencerminkan kekuatan dan keberanian masyarakat Minahasa. 

Tari Maengket adalah bagian penting dari budaya Minahasa, yang mencerminkan nilai-nilai dan tradisi masyarakat. ©Jurnalisia™ 
đź‘€ 69817          

Lebih baru Lebih lama

Translate

English French

Pariwara


Alamat : Jl. Poros Tarjun - Serongga, RT 07 RW 03 Desa Langadai Kecamatan Kelumpang Hilir Kotabaru.

Spesifikasi Mutu Beton yang diproduksi : K-175, 225, 250, 300 dan 350. Kapasitas produksi Batching Plant : 40 meter kubik/jam.

Kontak Person Pemesanan : Telpon, Tekan langsung Bernad Rudy Sabuna dan Tekan langsung Teguh Pangestu

@dec-xxvi