Ikan Jelawat, Mirip Ikan Mas Dijuluki Sultan Fish


Jurnalisia,
Ikan ini dijuluki Sultan Fish, ikan endemik asli perairan sungai dan danau di Kalimantan dan Sumatera. Ikan ini juga dikenal sebagai perenang yang aktif dan melawan arus, serta sering ditemukan di lapisan tengah hingga dasar perairan. 

Ikan Jelawat (Leptobarbus Hoevenii) adalah ikan air berenang cepat, hidup berkelompok di sungai, serta memiliki sirip kemerahan, bernilai ekonomis tinggi, populer sebagai konsumsi karena dagingnya lembut, putih, dan tidak berlemak. 

Ikan ini menyukai perairan yang mengalir (sungai) dan membutuhkan tingkat oksigen terlarut yang tinggi. Tubuhnya memanjang menyerupai torpedo, mirip ikan mas namun lebih ramping. Ujung sirip (punggung, dada, perut, ekor) berwarna merah hingga kehitaman. Panjangnya bisa mencapai 40-60 cm (bahkan hingga 100 cm di alam liar) dengan berat mencapai 2 kg lebih.


Jelawat adalah pemakan segala (omnivora), di alam sering memakan daun-daunan, buah-buahan, dan daging ikan kecil. Dalam budidaya, mereka memakan umbi singkong, daun pepaya, dan ampas kelapa.

Pemijahan sering dilakukan secara buatan dengan bantuan hormon, menghasilkan telur yang banyak (140.000 - 200.000 butir) dan menetas kurang dari 24 jam.

Mengandung protein tinggi (sekitar 19,7%) dan lemak (13,2%). Namun, perlu diperhatikan bahwa ikan ini memiliki banyak duri halus. Umumnya diolah dengan cara dibakar, gulai (kuah kuning), digoreng, atau diasap. ©Jurnalisia™ 
đź‘€ 831

Posting Komentar

Komentarmu adalah gambaran isi kepalamu, maka diam lebih bijak daripada sok tahu.

Lebih baru Lebih lama