Jurnalisia,
Philips, perusahaan multinasional asal Belanda, didirikan di Eindhoven tahun 1891, memiliki sejarah panjang dalam produksi elektronik, termasuk ponsel. Produk dari Philips lebih dikenal dengan produk-produk seperti lampu, alat cukur listrik, dan teknologi kesehatan, dan dikenal baik di Indonesia.
Perusahaan ini memang pernah memproduksi
telepon seluler, khususnya populer pada era 1990-an hingga awal 2000-an. Namun, sejak sekitar 2006-2007 diproduksi melalui perjanjian lisensi dengan Sang Fei Consumer Communications yang berbasis di Shenzhen China, atau perusahaan lain yang membeli hak penggunaan merek tersebut.
Philips kini lebih fokus pada teknologi kesehatan (health tech)
dan peralatan rumah tangga. Produksi Ponsel Pintar (smartphone) sering difokuskan pada pasar tertentu seperti China dan India, dengan keunggulan pada daya tahan baterai (seri Xenium). Sempat menghilang dari pasar smartphone arus utama, namun terkadang muncul kembali dengan seri Android kelas menengah atau feature phone (ponsel fitur) yang mengedepankan efisiensi dengan masih di seri Xenium.
Ponsel produk Philips seperti Philips Xenium; dikenal dengan daya tahan baterai yang sangat lama. Philips S562z dan S653H merupakan model-model Android kelas menengah yang pernah beredar.
Secara merek (brand) memang dari Belanda, namun untuk produksi
perangkat kerasnya kini dipegang oleh mitra pihak ketiga utamanya di China. ©Jurnalisia™
👀 3411


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentarmu adalah gambaran isi kepalamu, maka diam lebih bijak daripada sok tahu.