Kronologis Sejarah Pencetakan Quran Menggunakan Mesin Modern - Jurnalisia™

  • Jurnalisia™

    Mengusung Kearifan Lokal

    Jurnalisia™

    Sumber Data Cuaca: https://cuacalab.id

    Minggu, 18 Januari 2026

    Kronologis Sejarah Pencetakan Quran Menggunakan Mesin Modern


    Jurnalisia,
    Alquran pertama kali dicetak menggunakan teknologi mesin cetak moveable type (huruf lepas) produk Gutenberg di Venesia, Italia, sekitar tahun 1537-1538 oleh Paganino dan Alessandro Paganini (ayah dan anak), cetakan ini tidak sukses di dunia Muslim karena kesalahan dan status pencetak non Muslim serta adanya larangan gereja. 

    Pencetakan Alquran secara massal oleh umat Islam dimulai kemudian dengan Iran menjadi negara Muslim pertama yang mencetaknya di tahun 1828/1833, dan di Indonesia pertama kali dicetak di Palembang pada 1848. 

    Pencetakan Alquran di abad ke 18 dan 19 di Eropa di Jerman dan St. Petersburg Rusiapada tahun 1200 H/1800-an, dan kemudian meluas di negara-negara Muslim seperti Iran (1828/1833). 


    Pencetakan Alquran pertama di Hindia Belanda (Asia Tenggara) dilakukan oleh Kemas Muhammad Azhari di Palembang pada 21 Agustus 1848 (21 Ramadan 1264 H). Pencetakan Alquran di dunia Islam semakin masif, dengan munculnya percetakan besar seperti Majma' Malik Fahd di Madinah pada tahun 1984. Jadi, meskipun wahyu Alquran turun di Mekah, pencetakan fisiknya dimulai di Eropa jauh sebelum diadopsi secara luas oleh dunia Islam sendiri. 

    Alquran cetakan Mesir, sering disebut "Edisi Kairo" atau "Mushaf Raja Fuad" dicetak pada 10 Juli 1924 oleh Amiri Press di Bulaq, Kairo, didukung Raja Fuad I; adalah edisi standar modern pertama yang menggunakan Rasm Utsmani dan riwayat Hafs dari 'Ashim, diawasi oleh Al-Azhar. Cetakan ini menjadi standard global karena standardisasi teks, kejelasan tanda baca/waqaf  (lazim, laa, jaiz, wasl aula, waqf aula, dan mu'anaqah).

    Cetakan tersebut kemudian diperbarui di bawah pengawasan ulama seperti Syaikh 'Ali Muhammad al Dabba' dan diserahkan ke Majma' Buhuts al-Islamiyyah yang dikenal sebagai Mushaf Darus Salam Mesir, banyak beredar dalam berbagai ukuran (A4, A5, Saku) dan sering dicetak per 5 juz. Alquran ini menandai era baru dalam pencetakan Mushaf karena kerapian, keakuratan rasm, dan menjadi standard tertinggi sebelum munculnya mushaf dari Arab Saudi (Medinah). ©Jurnalisia™
    👀 2795 

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Komentarmu adalah gambaran isi kepalamu, maka diam lebih bijak daripada sok tahu.

    Beranda

    ... ...