Peristiwa di ibukota Afghanistan yang terjadi pekan ini, atau tepatnya pada Senin, 19 Januari 2026 lalu, semakin menambah Islamofobia di banyak negara di dunia.
Kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS) cabang Afghanistan mengaku bertanggungjawab atas serangan terhadap Restoran China Muslim Lanzhou Niu Rou Mian atau Restoran Mie Daging Sapi Lanzhou itu merupakan bisnis kongsi seorang Tionghoa Muslim, yakni Abdul Majid, istrinya, dan mitra Afgan Abdul Jabbar Mahmood.
Restoran China Muslim tersebut terletak di distrik elite Shahr-e-Naw yang merupakan pusat perwakilan asing, pertokoan, dan perkantoran. Dilaporkan 7 orang tewas termasuk seorang anak, dan sekitar 20 orang lainnya luka-luka. NIIS berdalih serangan itu dilakukan atas kejahatan Pemerintah China terhadap masyarakat Uighur di Xinjiang, China.
Ironis sekaligus tragis, berdalih membeli Muslim tapi justru mengorbankan Muslim lainnya. Menurut berbagai sumber; dari 7 yang tewas itu 6 diantaranya adalah Muslim Afghanistan dan 1 Muslim China. Tindakan teror ini semakin menambah stigma buruk bagi ajaran Islam seperti yang selama ini dilekatkan oleh musuh-musuh Islam terutama Barat.
Tindakan itu juga tentu membuat tak sedikit umat Islam yang merasa malu terhadap agamanya sendiri yang mengklaim sebagai agama yang rahmatan lil alamien; sehingga berakibat terdapat diantara mereka yang diam-diam meningglkan agama Islam untuk pindah ke agama lainnya, memilih jadi agnostik bahkan atheist.
Para Teroris yang mengatasnamakan Islam itu, kepada sesama Islam saja saling bantai, apalagi terhadap yang tidak seagama dan tidak sekeyakinan dan sepaham. ©Jurnalisia™
👀 1647


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentarmu adalah gambaran isi kepalamu, maka diam lebih bijak daripada sok tahu.