Rilis | Persatuan Dengan Rakyat Kekuatan Inti Partai Bukan Elit - Jurnalisia™

  • Jurnalisia™

    Mengusung Kearifan Lokal

    Jurnalisia™

    Website Ini Telah Dilihat 96,9 Juta Kali

    Rabu, 10 Januari 2024

    Rilis | Persatuan Dengan Rakyat Kekuatan Inti Partai Bukan Elit

    Jakarta,
    PDI Perjuangan berusia tak terasa lebih setengah abad, keberadaannya di bumi pertiwi sudah 51 tahun. Peringatan HUT PDI Perjuangan tahun ini merupakan rangkaian dari seluruh perjalanan partai yang telah menempuh berbagai aral, rintangan serta ujian, apalagi menjelang menghadapi kompetisi pada Pemilu dan Pilpres 2024 ini.

    Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, di HUT PDI Perjuangan ini terus menyemangati seluruh kader serta simpatisan agar tetap solid dalam kondisi apapun.

    PDI Perjuangan memperingati HUT Partai ke 51 dengan sederhana, khidmat, dan dilaksanakan secara hybrid. 

    “Kesatupaduan dengan akar rumput menjadi ciri utama rangkaian HUT. Pembukaan dilakukan jam 10.00 WIB di Sekolah Partai dan dilanjutkan dengan syukuran di RT/RW secara serentak pada jam 16.00 WIB. Kegiatan di akar rumput ini menegaskan bahwa persatuan dengan rakyat merupakan kekuatan inti partai, bukan elit,” ujar Hasto.

    Pembukaan HUT dilakukan secara hybrid. Struktural Partai sebanyak 1.2 juta pengurus; 128 anggota DPR RI; 418 DPRD Propinsi; 2874 DPRD Kabupaten/Kota; 131 Kepala Daerah; 124 Wakil Kepala Daerah dan 32 ribu Caleg. 

    “Solid bergerak untuk pemenangan Pemilu dengan cara berdikari akan dihadirkan," tambah Hasto.

    Seluruh rangkaian HUT mengedepankan semangat Satyam Eva Jayate, kebenaran pasti menang, dan semangat ini penting di dalam memenangkan PDI Perjuangan dan Ganjar-Mahfud. 

    “Kegiatan merawat pertiwi dengan penghijauan, gelora kebudayaan nusantara, dan konsolidasi di akar rumput akan menjadi ciri utama rangkaian HUT Partai,” kata Hasto pula.

    Acara akan dihadiri Wapres, K.H Ma’ruf Amin dan beberapa Menteri dari internal Partai dan yang menjadi sahabat Ibu Megawati. Dirgahayu PDI Perjuangan ke 51. ©Jurnalisia™

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Komentarmu adalah gambaran isi kepalamu, maka diam lebih bijak daripada sok tahu.

    Beranda