Interaktif | Ada Tambang Ilegal di Sigam Kotabaru, Pekerjaan Oknum ? - Jurnalisia™

  • Jurnalisia™

    Mengusung Kearifan Lokal

    Jurnalisia™

    Sumber Data Cuaca: https://cuacalab.id

    Rabu, 01 November 2023

    Interaktif | Ada Tambang Ilegal di Sigam Kotabaru, Pekerjaan Oknum ?

    Interaktif,
    Suara riuh rendah yang dulu menolak tambang di daratan Pulau Laut Kotabaru; sudah tak terdengar lagi, pun unjukrasa yang gegap gempita turun ke jalan; di depan Kantor Pemkab, dan di depan Gedung DPRD.

    Sepi, mereka semua sudah terlelap, menarik selimut menutupi nyaris seluruh tubuh yang kedinginan oleh hawa subuh di musim kemarau yang cukup panjang.

    Deru mobil-mobil pengangkut emas hitam yang dulu mereka bayangkan melintasi jalan-jalan umum; telah menjadi nyata. Suara peralatan berat dengan kuku besinya menghunjam dan mengorek isi bumi; pun terus bergerak menemukan sasarannya.

    Semua suara penolakan sudah tenggelam, hilang, seiring dengan keluarnya perijinan pertambangan diperuntukkan ke Sebuku Group yang sanggup memberi konpensasi ratusan milyar rupiah.

    Isi perut bumi daratan Pulau Laut kini 'taburahai' berganti dengan bukit-bukit hitam yang diangkut oleh tongkang-tongkang bertukar dengan fulus yang dapat memuluskan urusan apa saja.

    Ah sudahlah, suara rakyat mestilah kalah oleh secarik kertas yang bermaterai dan bertandatangan penguasa; “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.”

    Mereka telah dilegitimasi oleh Negara, rakyat tinggal menanti hasilnya; kemakmuran rakyat. 

    Lalu bagaimana dengan yang tidak dilegitimasi alias ilegal atau mencuri kekayaan negara ? 
    Yang namanya mencuri; bisa ketahuan, bisa juga belum ketahuan. Bisa ketahuan tapi yang mengetahui bersikap pura-pura tidak tahu dikarenakan alasan-alasan tertentu.

    Ada tambang batubara di wilayah Kecamatan Sigam Kotabaru yang diduga ilegal.
    Isunya sudah cukup lama. Entah sudah berapa banyak batubara yang dikeruk, dikeluarkan dari dalam perut bumi, dan entah berapa nilainya bertukar menjadi rupiah (?)

    Sejumlah pertanyaan tersebut berputar-putar di benak mereka yang mempertanyakannya, namun berhenti di benak mereka yang sudah apriori alias acuh. 

    Ada oknum pejabat yang menambang batubara disana (?) Ini hanyalah dugaan yang dikarenakan keberadaan tambang itu bisa bertahan tanpa tindakan dari instansi penegak hukum.

    Asumsi setiap orang jika mengetahui adanya pelanggaran hukum namun tak ada tindakan; adalah kecurigaan kalau yang melakukan pelanggaran itu adalah 'Orang Sakti' yang kebal hukum. 

    Kita pasti yakin kepada instansi dan para aparat penegak hukum di negeri ini, yang tak sejengkal tanah pun bisa lepas dari perhatian dan pengamatan mereka, apalagi dibantu peran masyarakat sebagai pribadi maupun kelompok partisipatif dalam membantu penegakkan hukum (law enforcement).

    "Kami minta tambang di wilayah Sigam dihentikan karena diduga itu ilegal," ujar Muzakir Fachmi, seorang Pemerhati Lingkungan di Kotabaru. ©Jurnalisia™

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Komentarmu adalah gambaran isi kepalamu, maka diam lebih bijak daripada sok tahu.

    Beranda