Para Tukang Cukur yang biasa membuka kiosnya pada bulan-bulan biasa di kawasan Pasar Kakmuran Kotabaru, di bulan puasa ini banyak yang tutup, kemungkinan mereka fokus beribadah di bulan ramadhan ini. Yang masih membuka kiosnya hanya beberapa saja.
Menurut seorang Tukang Cukur, yang membuka pelayanannya di bulan puasa, penghasilannya lumayan tetap seperti bulan-bulan biasa, namun yang ramai dan meningkat menjelang lebaran Idul Fitri.
"Nanti menjelang dekat lebaran biasanya ramai yang bercukur, bisa sampai 20 kepala per harinya," ungkap Tukang Cukur yang mengaku membayar retribusi kiosnya ke dinas terkait sebesar Rp 32 ribu per bulannya ditambah bayar listrik sebesar Rp 20 ribu karena rata-rata para cukur menggunakan peralatan cukur atau gunting rambut elektrik.
Adapun tarif atau biaya bercukur yang dipatok adalah rata-rata Rp 15 ribu per kepala, dan beberapa Tukang Cukur pun memberikan bonus berupa semacam pijat kepala usai bercukur kepada para kliennya untuk menarik pelanggan. (Red)
Tags:
Ekonomi
