Pasang surut air laut merupakan fenomena alam yang terjadi secara terus menerus sebagai satu diantara instrumen keseimbangan alam. Pasang surut air laut dapat dipengaruhi oleh gravitasi bulan atau gravitasi matahari. Akan tetapi gravitasi bulan memiliki pengaruh yang lebih besar daripada gravitasi matahari karena jarak bulan lebih dekat ke bumi.
Fenomena alam berupa pasang surut air laut kadang bisa jadi penghambat bagi kita untuk melakukan aktivitas jika tidak disikapi dan diantisipasi dengan baik, terlebih khusus pemerintah yang mengatur hajat hidup orang banyak.
Demikian yang terjadi pada Senin (22/04/19) sekira jam 06.30 WITa, di Jl. Nusa Indah Desa Semayap Kecamatan Pulau Laut Utara Kotabaru, air pasang menggenangi ruas jalan utama yang setiap hari dipakai warga.
Hal ini membuat warga enggan keluar rumah kecuali karena keperluan yang tidak bisa ditunda seperti bekerja, sekolah, ke pasar dan lainnya.
Menurut seorang warga sebut saja namanya Andi, pasang air laut seperti ini terjadi setiap tahun dan ini cukup mengganggu aktivitas kami, seperti mau bekerja kesekokah, kerumah sakit dan aktifitas lainnya.
"Mudahan pemerintah melihat kondisi ini, harapan kami agar jalan ini ditambah tingginya, agar jika air pasang dalam seperti sekarang ini, jalan tidak terendam, jadi warga di sekitar sini tidak terhambat aktivitasnya, selain itu juga jika kami terpaksa harus keluar rumah, kendaraan pasti kena air laut dan menjadi cepat berkarat jika tidak langsung dicuci," kata Andi. (RNS)
Tags:
LIngkungan
