Ekonomi Tanah Bumbu Lesu Bisnis Perhotelan Turun Sangat Drastis

courtesy : fr.123rf.com
Kondisi perekonomian di Tanah Bumbu selama 2 tahun terakhir agaknya mengalami kelesuan. Hal inilah yang dirasakan oleh para pengusaha penginapan baik sekelas hotel maupun losmen.

Tingkat hunian penginapan turun sangat drastis terutama dialami oleh yang kelas hotel. Pada 2 tahun lalu tingkat hunian hotel masih dianggap cukup lumayan, kini nyaris semua hotel di Tanah Bumbu dalam kondisi megap-megap sulit bernafas.

"Penghasilan dari bisnis perhotelan kini di Tanah Bumbu boleh dikatakan sudah sekarat. Tiap bulannya antara penghasilan dengan biaya operasional sudah tak imbang; hanya untuk menutupi biaya operasional dan gaji para karyawan, tak jarang malah merugi," ungkap Ardian, Pengelola satu hotel di kawasan Kecamatan Simpang Empat.

Hal senada juga diungkapkan oleh Yandi Kamitono, Pemilik satu hotel di kawasan Batulicin, yang mengaku sejak awal tahun 2018 bisnis hotel sudah mulai turun dan tambah turun di tahun 2019 ini.

"Bisa bertahan saja sudah bagus kalau tidak dikatakan merugi. Karena lesunya bisnis hotel ini maka nyaris semua hotel tak mampu memperbaiki berbagai fasilitas penunjang terkecuali ada hotel yang tingkat huniannya oleh para pelanggannya dan fasilitasnya sering digunakan oleh pihak Pemkab setempat," ungkap Yandi Kamitono yang merupakan Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Tanah Bumbu ini.

Ditambahkannya, yang justru agak lumayan adalah penginapan yang non bintang seperti jenis guest house dan yang sejenis losmen dikarenakan tarif yang lebih murah. Untuk itulah dalam waktu dekat ini PHRI Tanah Bumbu akan melaksanakan rapat dengan para Pengurus serta anggotanya. (Red)
Lebih baru Lebih lama