Pertikaian antara Koperasi Produsen Borneo Sejahtera (PBS) dengan PT Banua Lawas Lestari (BLL) mencapai puncaknya hari ini, Rabu (27/02/19).
Pengurus Koperasi PBS dan puluhan warga petani kebun sawit mendatangi Pabrik Kelapa Sawit PT BLL di desa Banua Lawas Kelumpang Hulu untuk menutup kegiatan pabrik.
Situasi sempat memanas setelah mediasi di depan gerbang pabrik karena pihak Koperasi berusaha menutup pabrik. Pihak keamanan perusahaan dan ada beberapa warga menolak untuk menutup pabrik.
Pihak aparat keamanan dari Polsek Kelumpang Hulu dan Danramil Kelumpang Hulu yang sudah berjaga di pintu masuk pabrik mencoba memediasi kedua pihak.
Pihak aparat keamanan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Kelumpang Hulu, Iptu Angga Satria Wibawa, SIK dan Danramil Kelumpang Hulu, Lettu Supriyanto, serta Camat Kelumpang Hulu, Zainal Abidin, S.Pd, MM meredakan situasi yang mulai memanas.
Pihak Koperasi PBS yang diketuai Ir. Afrinsyah Siregar ditemui langsung oleh Manager PT BLL, Noto Suroto.
Kedua belah pihak sepakat dengan anjuran dari pihak aparat keamanan untuk mediasi di dalam kantor PKS PT BLL yang dimediasi oleh Camat, Kapolsek dan Danramil.
Simak juga : Kasian, Ibu Muda Sedang Hamil Terinfeksi HIV
Kedua belah pihak sepakat dengan anjuran dari pihak aparat keamanan untuk mediasi di dalam kantor PKS PT BLL yang dimediasi oleh Camat, Kapolsek dan Danramil.
Simak juga : Kasian, Ibu Muda Sedang Hamil Terinfeksi HIV
Keputusan mediasi disepakati beberapa poin diantaranya pihak PT BLL siap mendatangkan Direksi Pusat yang bisa mengambil keputusan serta membahas harga TBS saat pertemuan yang akan difasilitasi oleh Pemkab Kotabaru.
Pihak perusahaan (Manager PT BLL) saat dimintai keterangannya tidak mau berkomentar alasannya sudah melihat dan mendengar sendiri. (dbg)
Tags:
Ekonomi
