Polres Kotabaru melaksanakan silaturahmi dan tatap muka dengan para nelayan Desa Rampa, Dirgahayu, Sekapung, Labuan Mas dan Tanjung Seloka, Rabu (20/02/19), bertempat di Aula Praja Arya Ghupta Polres Kotabaru.
Dihadiri oleh Kapolres Kotabaru, AKBP Suhasto, SIK, MH, Kabag Ops, AKP Charles Pandapotan Tampubolon, SIK, SH, MH, Kasat Intelkam, AKP Heriyanto, SE, Kasat Polair, AKP Christugus Lirens, SE, MA, Kasat Reskrim, AKP Suria Miftah Irawan, SH, SIK, Pas Ops Lanal Kotabaru Kapten Priyono, Kepala Dinas Perikanan Kotabaru, Mochran, Kepala Desa Sekapung Kecamatan Pulau Sebuku, Ishak, S.Pd, Kepala Desa Dirgahayu Kecamatan P.L. Utara, Bahdiannor, SH, Kepala Desa Tanjung Seloka Kecamatan P.L. Selatan, Dwi Kurniasturi, Kepala Desa Labuan Mas, Duriansyah, masyarakat Desa Rampa, Dirgahayu, Sekapung dan Labuan Mas.
Dalam sambutannya Kapolres Kotabaru mengimbau agar masyarakat dalam menyikapi masalah yang ada dengan kepala dingin dan jangan terbawa emosi.
"Kita sama-sama cari solusi, sesuai dengan tema kita hari ini forum silaturahmi dan tatap muka saat ini, apalagi para nelayan disini sama-sama dari satu suku," tandas Kapolres.
Beberapa hasil kesepakatan dihasilkan pada pertemuan ini antara lain semua pihak akan saling menjaga merukunan, keharmonisan dan akan saling tolong menolong antara sesama nelayan pada saat melakukan penangkapan ikan, semua pihak akan tunduk dan melaksanakan peraturan-peraturan dan atau perundang-undangan yang telah diatur oleh pemerintah dalam hal melakukan penangkapan ikan di wilayah perairan daerah tangkap ikan, akan memperhatikan dan melaksanakan terhadap daerah jalur tangkap ikan sesuai dengan ketentuan Permen Nomor : 71/PERMEN- KP/2016 tentang jalur penangkapan ikan dan penempatan alat tangkap ikan di wilayah pengelola perikanan negara Republik Indonesia, tidak akan menggunakan alat tangkap ikan yang dilarang pada saat melakukan penangkapan ikan, apabila ada yang melakukan pelanggaran terhadap perundangan-undangan yang mengatur terhadap pengkapan ikan maka semua pihak bersedia menerima sanksi hukum sesuai yang berlaku. (RNS/rel)
Tags:
Ekonomi
